Langsung ke konten utama

Postingan

Battery Management System (BMS)

 Battery Management System (BMS)   Battery Management System (BMS) adalah sistem elektronik yang mengontrol dan mengelola kinerja baterai (umumnya untuk jenis baterai Lithium). Fungsi utamanya meliputi: Monitoring : Memantau kondisi baterai seperti tegangan, arus, suhu, dan kapasitas tersisa. Pengendalian Pengisian dan Pengosongan : Mengatur arus masuk dan keluar dari baterai untuk mencegah overcharge dan overdischarge yang dapat merusak baterai. Perlindungan : Melindungi baterai dari kondisi yang dapat merusaknya, seperti arus berlebih, suhu tinggi, atau kondisi short circuit. Pemantauan Keselamatan : Memberikan peringatan atau tindakan darurat jika terjadi kondisi yang membahayakan keselamatan, seperti overheating atau short circuit. Optimasi Kinerja : Mengoptimalkan kinerja baterai dengan menjaga kondisi operasional yang optimal untuk memperpanjang umur pakai dan efisiensi baterai.   Blok Diagram dan Fungsinya     SPESIFIKASI BATERAI LITHIUM    ...
Postingan terbaru
  IC LTH7R ( 500 mA Lithium Ion BMS SOT 23-5 )     Adalah IC Charger baterai Li-Ion atau LiPol keluaran pabrikan Shenzen China, dikemas secara kompak dalam kemasan SOT 23-5  didesain untuk standar 1S baterai charge dgn tegangan nominal 3.7 V dan max full voltage 4.2 V

Perbedaan Battery LFP (LiFePo4) dengan Li-Ion

  Perbedaan Battery LFP (Lifepo4) dan Li-Ion   Susunan Kimia Lifepo4 dan Litium-Ion Baterai Lithium adalah jenis baterai yg dapat di isi ulang (rechargeable). Komponen penyusun baterai adalah anoda, katoda dan elektrolit.  Anoda dan katoda terdiri dari bahan aktif, binder dan bahan konduktif. Bahan pembuat anoda sebagian besar merupakan grafit , untuk katoda terbuat dari lithium feri phospat (Lifepo4) atau Li-ion, sedangkan untuk electrolinya adalah garam lithium yg dilarutkan dalam pelarut organic.             ·           Lithium Ion Litium-ion dapat terdiri dari dua kimia berbeda untuk katoda, litium mangan oksida atau litium kobalt dioksida, karena keduanya memiliki anoda grafit. Ini memiliki energi spesifik 150/200 watt-jam per kilogram dan tegangan nominal 3,6V. Tingkat pengisiannya dari 0,7C hingga 1,0C karena pengisian yang lebih tinggi dapat merusak baterai secara signifikan....